THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 01 Januari 2011

Cara Mencuci Otak



Cuci Otak atau brain washing merupakan teknik wajib bagi organisasi-organisasi fanatik yang ingin mengendalikan sepenuhnya hidup dari para pengikutnya. Kali ini saya akan menjelaskan tentang bagaimana cara untuk mencuci otak yang biasa dilakukan
untuk menguasai sepenuhnya kehidupan para pengikut, sekalian membuat setiap doktirin yang diberikan menjadi paradigma hidup dari si korban.


Sebelum saya menjelaskan, perlu diketahui jika cara ini bukan berasal dari saya atau hasil browsing saya di Google. Pengetahuan ini, saya dapatkan dari mantan penguasa ilmu hitam dan ilmu putih tingkatan tertinggi di Indonesia sekaligus penguasa spiritual-psikologi yang keren. Beliau adalah murid tunggal dari pasangan Atmo-Gejek.

1. Pelumpuhan
Yang pertama harus dilakukan dalam melakukan praktik cuci otak adalah melumpuhkan korban. Biasanya para pengikut baru suatu organisasi fanatik dikurung dalam suatu ruangan gelap selama satu hari penuh tanpa makan dan minum. Ruangan yang dipakai harus benar-benar gelap, tidak boleh ada satupun titik cahaya. Ini bertujuan untuk membuat korban akan mulai setengah sadar, atau dalam bahasa psikologi, dinamakan memasuki alam bawah sadar.

2. Pembentukan Karakter
Setelah dikurung 24 jam tanpa cahaya, makan dan minum korban akan memasuki alam bawah sadarnya. Setelah itu para korban akan didengarkan musik. Para pakar psikologi pun mengakui jika musik memiliki pengaruh bagi karakteristik seseorang. Dalam spiritual pun para pakar mengakui jika musik memiliki roh.
Nah! Jika ingin korban mempunyai karakter yang keras, maka yang diperdengarkan adalah musik keras. Jika korban ingin dijadikan seseorang yang berkarakter lembut, maka yang diperdengarkan adalah aliran musik yang lembut.
Ini akan berlangsung selama 3-6 jam sampai korban benar-benar hilang kesadarannya setelah tahap Pelumpuhan.

3. Teaching
Jika korban telah kehilangan kesadarannya, maka dalam bahasa psikologi dinyatakan telah masuk sepenuhnya ke alam bawah sadar. Dalam keadaan korban kehilangan kesadaran inilah korban dapat diajarkan apapun sesuai keinginan si pencuci otak. Semuanya tinggal diajarkan kepada korban dalam keadaan korban tidak sadar. Misalnya jika kita menginginkan korban untuk membom gedung putih, tinggal bilang saja kalau para manusia yang duduk di gedung putih itu tidak layak untuk hidup, dan merupakan suatu kehormatan jika dia membinasakan mereka yang disana. Setelah itu korban disadarkan, lalu diberi makan (Ingat! Dia belum makan seharian loh!) Maka setelah korban siuman, disuruh bom gedung putih pun dia nurut. Hasilnya,
“KABOOMM!..” rekaman CCTV yang menunjukkan langkahnya yang tegap dan wajahnya yang mantap akan menghiasi media-media elektronik di seluruh penjuru Indonesia.

Warning!! Artikel ini hanya bertujuan untuk menambah wawasan. Segala bentuk musibah yang diakibatkan artikel ini, bukan menjadi tanggung jawab saya sebagai pemilik Blog. Bukankah dengan mengetahui ini menjadi lebih mudah untuk menghindari praktik cuci otak??

0 komentar: